fatheroflove-indonesia.com

Buku

Agape

Kehidupan Kristus yang menapaki bumi 2000 tahun lalu memberikan kepada kita sebuah teladan dari kasih yang tidak mementingkan diri yang telah membawa kedamaian kepada milliaran manusia yang tak terhitung. Bagi mereka yang memiliki minat akan Firman Allah, perbedaan antara gambaran Allah di dalam Alkitab dan kehidupan Kristus telah menjadikan sejumlah klaim tentang Kristus sangat sukar untuk dipecahkan. Namun di dalam sebuah momen yang menyentuh saat berkata kepada salah seorang dari para pengikutnya Yesus berkata, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa,”

Bagaimana ini mungkin? Benarkah bahwa Allah begitu berbelas kasih, murah hati dan baik hati sebagaimana yang dinyatakan di dalam kehidupan Yesus? Dapatkah dilema ini benar-benar dapat dipecahkan ketika tetap setia kepada firman dari Kitab Suci? Anda menggenggam kunci untuk membuka misteri ini.

Perang Identitas

Perang identitas merupakan sebuah perjalanan penemuan jati diri. Sebuah undangan untuk mempelajari nilai Anda dalam konteks sebuah hubungan yang sejati.

Kehidupan kita dibombardir secara terus menerus melalui pesan yang memberitahukan kita bahwa kesuksesan hanya datang dari pembuktian diri kita sendiri dan dunia yang dapat kita gapai, yaitu keutamaan yang pantas kita miliki. Sistem ini mengajarkan kita untuk merasa bernilai dan penting saat kita meraih dan menampilkan sebuah standar pada umumnya. Hasil dari sistem tersebut masuk dan buktinya tidak baik. Berjuta-juta orang depresi dan beribu-ribu orang per hari mengakhiri hidupnya dalam keputusasaan.

Saya mengundang Anda mempelajari peperangan sesungguhnya yang secara alami telah masuk – Sebuah perang identitas yang mendefinisikan betapa berharga dan bernilainya kita. Taruhannya tinggi karena mengenai hidup dan mati. Buku ini berisi perjalanan dan prinsip saya yang cukup lama. Kebebasan adalah hal yang relatif, tetapi buku ini mendokumentasikan perjalan saya menuju kebebasan.

Saat Engkau Menghakimi

Hari penghakiman! Sebagian besar budaya di seluruh dunia berpegang pada prinsip bahwa setiap orang akan menghadapi penghakiman atas hal-hal yang telah mereka lakukan dalam hidup ini. Yesus Kristus memberikan prinsip sederhana untuk menanggung proses penghakiman ini.

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Matius 7:1

Salib yang Teruji dan Dialami

Salib yang Teruji dan Dialami

Mengapa Salib menjadi syarat?

Siapakah yang mensyaratkannya?

Mengapa Salib penting bagi keselamatan kita?

Apakah murka Allah terpuaskan oleh kematian Putra-Nya?

Apa keadilan Allah itu?

Apakah keadilan Allah berbeda dengan keadilan kita?

Mengapa Yesus membandingkan diri-Nya dengan ular perunggu di atas tiang?

Apa yang ka’abah Israel katakan tentang Salib?

Sumber Berkat

Firman yang Bapa ucapkan kepada Putra-Nya pada saat pembaptisan-Nya menggemakan berkat yang Ia curahkan ke atas-Nya pada hari Sabat pertama Penciptaan. Setiap hari Bapa berbahagia akan Putra-Nya, dan Putra bersukacita di hadapan-Nya. Pada hari Sabat Bapa menghembuskan napas ke atas Putra-Nya dan Putra disegarkan dalam kasih Bapa-Nya. Hubungan intim antara Bapa dan Anak ini ditempatkan secara permanen pada hari Sabat, dan setiap Sabat Bapa menghembuskan kesegaran dalam istirahat-Nya ke atas Putra-Nya dan semua orang yang menerima Putra.

Kasih Bapa bagi Putra-Nya terus menerus, namun diungkapkan pada waktu-waktu tertentu yang ditentukan yang mencerminkan Prinsip Sabat. Saat kita sampai pada penetapan ini, kita masuk ke dalam kegembiraan Bapa di dalam Putra-Nya. Saat kita menjadi bagian dari wanita yang berdiri di bulan dan berpakaian matahari (Wahyu 12:2) kita mengetahui waktu dan musim penyegaran yang dikirim dari tahta Bapa kita.

Bapa kita sekarang memanggil kita ke dalam pengalaman Sabat yang lebih penuh. Kita dipanggil ke dalam semua berkat rohani di dalam Kristus Yesus sebagai anak Abraham (Galatia 3: 27-29). Yesus berkata kepada kita, “Lihatlah aku berdiri di depan pintu dan mengetuk” dan Dia mengetuk pada waktu yang ditentukan. Maukah Anda membuka pintu bagi-Nya dan makan malam dengan-Nya?

Tindakan Allah Kita yang Lemah Lembut

Tindakan Allah Kita yang Lemah Lembut, menghadirkan bukti yang meyakinkan dari Alkitab untuk membersihkan tuduhan terhadap Allah bahwa Ia tidak peduli, suka menghakimi, suka mengontrol, tidak adil, memiliki temperamen yang buruk, atau kejam. Buku ini mendemonstrasikan bahwa Alkitab secara keseluruhan, dapat dipahami dengan benar, selaras dengan peryataan bermakna absolut: “ Allah adalah Kasih” (1 Yohanes 4:8).