“
Dalam catatan surga, kamu akan dihakimi sebagaimana kamu menghakimi orang lain
9LtMs, Lt 70, 1894, par. 26
”
9LtMs, Lt 70, 1894, par. 26
Perang identitas merupakan sebuah perjalanan penemuan jati diri. Sebuah undangan untuk mempelajari nilai Anda dalam konteks sebuah hubungan yang sejati.
Kehidupan kita dibombardir secara terus menerus melalui pesan yang memberitahukan kita bahwa kesuksesan hanya datang dari pembuktian diri kita sendiri dan dunia yang dapat kita gapai, yaitu keutamaan yang pantas kita miliki. Sistem ini mengajarkan kita untuk merasa bernilai dan penting saat kita meraih dan menampilkan sebuah standar pada umumnya. Hasil dari sistem tersebut masuk dan buktinya tidak baik. Berjuta-juta orang depresi dan beribu-ribu orang per hari mengakhiri hidupnya dalam keputusasaan.
Saya mengundang Anda mempelajari peperangan sesungguhnya yang secara alami telah masuk – Sebuah perang identitas yang mendefinisikan betapa berharga dan bernilainya kita. Taruhannya tinggi karena mengenai hidup dan mati. Buku ini berisi perjalanan dan prinsip saya yang cukup lama. Kebebasan adalah hal yang relatif, tetapi buku ini mendokumentasikan perjalan saya menuju kebebasan.
Pola universal kehidupan ada di sekitar kita. Mereka datang dari Pola Ilahi asli yang diturunkan dari Bapa, melalui Putra, yang ditemukan di setiap tingkat kehidupan.
Apakah Allah kehilangan kesabaran lalu memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menyiksa dan membinasakan orang berdosa? Banyak orang Kristen percaya demikian.
Melalui kisah kehancuran Yerusalem dan kematian Kristus di kayu salib, buku ini menelusuri pola penghakiman Allah yang diperlihatkan kepada Ellen G. White: Allah memperingatkan, manusia terus menolak, dan akhirnya Ia dengan berat hati menarik perlindungan-Nya.
Dalam terang salib, murka Allah ternyata bukanlah pukulan seorang algojo, melainkan wajah-Nya yang tersembunyi dari mereka yang terus-menerus menolak kasih-Nya.
"Allah tidak bertindak sebagai pelaksana hukuman bagi orang berdosa yang melanggar, melainkan membiarkan penolak-penolak belas kasihan-Nya itu sendiri menuai apa yang mereka sudah tanam." — Ellen G. White, Kemenangan Akhir, 36