Bapa Kasih Indonesia
“
Dalam catatan surga, kamu akan dihakimi sebagaimana kamu menghakimi orang lain
9LtMs, Lt 70, 1894, par. 26
”

20 Buku Paling Dibaca

Perang Identitas

Perang identitas merupakan sebuah perjalanan penemuan jati diri. Sebuah undangan untuk mempelajari nilai Anda dalam konteks sebuah hubungan yang sejati.

Kehidupan kita dibombardir secara terus menerus melalui pesan yang memberitahukan kita bahwa kesuksesan hanya datang dari pembuktian diri kita sendiri dan dunia yang dapat kita gapai, yaitu keutamaan yang pantas kita miliki. Sistem ini mengajarkan kita untuk merasa bernilai dan penting saat kita meraih dan menampilkan sebuah standar pada umumnya. Hasil dari sistem tersebut masuk dan buktinya tidak baik. Berjuta-juta orang depresi dan beribu-ribu orang per hari mengakhiri hidupnya dalam keputusasaan.

Saya mengundang Anda mempelajari peperangan sesungguhnya yang secara alami telah masuk – Sebuah perang identitas yang mendefinisikan betapa berharga dan bernilainya kita. Taruhannya tinggi karena mengenai hidup dan mati. Buku ini berisi perjalanan dan prinsip saya yang cukup lama. Kebebasan adalah hal yang relatif, tetapi buku ini mendokumentasikan perjalan saya menuju kebebasan.

Tindakan Allah Kita yang Lemah Lembut

Tindakan Allah Kita yang Lemah Lembut menyajikan bukti-bukti yang meyakinkan dari Alkitab untuk membebaskan Allah dari tuduhan bahwa Ia tidak peduli, suka menghakimi, suka mengendalikan, tidak adil, pemarah, atau kejam.

Buku ini menunjukkan bahwa seluruh Alkitab, bila dipahami dengan benar, selaras dengan pernyataan yang tegas: "Allah adalah kasih" (1 Yoh. 4:8).

Api yang Menghanguskan

API YANG MENGHANGUSKAN - Aroma Kehidupan atau Siksaan Api?

Hampir semua orang yang percaya kepada Allah beranggapan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri dosa adalah dengan menurunkan api murka dari hati Allah untuk membakar orang fasik hidup-hidup. Allah yang adil, kata mereka, pasti menghukum para pelanggar dengan tangan-Nya sendiri.

Tetapi akankah Bapa yang penuh kasih melakukan hal itu kepada anak-anak-Nya? Maukah Anda membakar anak Anda yang memberontak dan menyaksikannya menjerit kesakitan?

Buku kecil ini menelusuri Kitab Suci—dari Air Bah hingga salib, dari semak yang menyala hingga lautan api—dan menunjukkan bahwa kasih Allah yang sama menjadi bau kehidupan bagi orang yang bertobat, tetapi api yang menghanguskan bagi mereka yang menolak-Nya.

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”  —— Yesaya 53:4

Penaklukan Kanaan

PENAKLUKAN KANAAN

Bagaimana pembantaian besar-besaran bangsa-bangsa oleh pedang Israel dapat diselaraskan dengan perkataan Kristus?  - Matius 26:52

...sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.

Bukan hanya laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak: - Ulangan 2:34

Pada waktu itu kita merebut segala kotanya dan menumpas penduduk setiap kota: laki-laki dan perempuan serta anak-anak. Tidak ada seorang pun yang kita biarkan terluput.

Apakah orang Israel sungguh-sungguh selaras dengan karakter Allah? Mengapa mereka berulang kali takut bahwa Ia membawa mereka ke padang gurun untuk membunuh mereka? Apakah gelap gulita yang meliputi Abraham ada hubungannya dengan tindakannya mengangkat pedang untuk menyelamatkan keponakannya? Apakah pembantaian orang Sikhem oleh Lewi dan Simeon memengaruhi sumpah Israel untuk menumpas musuh-musuh mereka?

Perlukah Anda mengetahuinya? Jika tidak, mungkinkah Kristus datang kepada Anda seperti Ia datang kepada Yakub dalam kesesakannya, lalu dianggap sebagai musuh? Hanya dengan percaya kepada belas kasihan Allah, Yakub menang sebagai Israel Allah yang sejati.

Saat Engkau Menghakimi

Hari penghakiman! Sebagian besar budaya di seluruh dunia berpegang pada prinsip bahwa setiap orang akan menghadapi penghakiman atas hal-hal yang telah mereka lakukan dalam hidup ini. Yesus Kristus memberikan prinsip sederhana untuk menanggung proses penghakiman ini.

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Matius 7:1

Menjangkau Simson

MENJANGKAU SIMSON
Prinsip-prinsip dalam Mengajar Pikiran yang Digelapkan

Jika Allah Mahakuasa, mengapa Ia tidak merebut Kanaan saja bagi orang Israel tanpa mereka perlu berperang?

Jika Kanaan adalah tanah perjanjian, mengapa sejarah bangsa itu setelah mereka merebutnya begitu gelap?

Bagaimana Allah tetap menjangkau orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya dan tidak mendengarkan nasihat-Nya? Apakah Ia langsung membuang mereka?

Ada pelajaran-pelajaran besar bagi kita dalam mempelajari bagaimana Allah menghadapi nenek moyang kita yang dipengaruhi Mesir. Buku ini terutama ditujukan bagi mereka yang harus menghadapi sahabat dan anggota keluarga dekat yang memilih jalan yang menurut kita merusak diri sendiri. Bagaimana kita menjangkau mereka? Apa yang akan dilakukan Bapa kita di surga?

Sang Pemusnah

Siapa pemusnah anak sulung di Mesir?

Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya... maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Kel. 12:23

Banyak yang percaya bahwa Tuhanlah sang Pemusnah yang membunuh mereka semua. Namun, jika Tuhan tidak membiarkan sang Pemusnah masuk ke rumah-rumah orang Israel, apakah ini berarti Dia sedang menahan diri-Nya sendiri? Apakah hal itu masuk akal?

Jika Kristus membunuh anak sulung di Mesir, apakah itu berarti mereka yang percaya kepada Kristus memiliki pemusnah yang tinggal di dalam diri mereka?

Karena Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan nyawa manusia, melainkan untuk menyelamatkannya. Lukas 9:56

Bukti-bukti menyingkapkan dengan jelas bahwa Setanlah sang Pemusnah dan Tuhanlah yang menahan dia dari melakukan pekerjaan jahatnya.

...Setan sendiri adalah musuh yang menggoda manusia untuk berbuat dosa, dan kemudian membinasakannya jika ia bisa; dan ketika ia telah memastikan korbannya terjerat, ia pun bersorak-sorai atas kebinasaan yang telah ia perbuat. Jika diizinkan, ia akan menyapu seluruh umat manusia ke dalam jaringnya. Kalau bukan karena campur tangan kuasa ilahi, tidak akan ada satu pun putra atau putri Adam yang akan selamat. {GC 534.2}

Pola Ilahi Kehidupan

Pola universal kehidupan ada di sekitar kita. Mereka datang dari Pola Ilahi asli yang diturunkan dari Bapa, melalui Putra, yang ditemukan di setiap tingkat kehidupan.

MISI KRISTUS KE DUNIA

Kristus meninggikan karakter Allah, memberi-kan pujian kepada-Nya, dan memberi-Nya penghargaan, dari segenap tujuan misi-Nya sendiri di bumi,—untuk membuat manusia benar melalui wahyu Allah. Di dalam Kristus tersusun di hadapan manusia anugerah pat dan kebapaan kempurnaan Bapa yang tak tertandingi. Dalam doanya sebelum penyaliban, dia menyatakan, “Aku telah menyatakan nama-Mu.” “Aku telah mem-permuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” Ketika tujuan misi-Nya tercapai, — wahyu Allah kepada dunia, — Putra Allah mengumumkan bahwa pekerjaan-Nya telah selesai, dan bahwa karakter Bapa dimanifestasikan kepada manusia.

{ST January 20, 1890, par. 9}

Kedekatan Allah

Suatu malam duduk di sekitar api unggun terdengar bagus. Tetapi bagaimana jika ada seseorang yang tidak Anda sukai? Beberapa jam itu bisa sangat tidak nyaman bagi semua yang terlibat.

Kini bayangkan diundang untuk menghabiskan kekekalan di sekitar api unggun Allah di Surga. Tetapi Anda telah mendengar begitu banyak hal buruk tentang Dia...Mengapa Anda ingin menghabiskan kekekalan dengan seseorang yang begitu mengendalikan dan begitu marah, seseorang yang tidak Anda sukai? Nah, itulah kesimpulan Anda tentang Allah dari apa yang Anda dengar dari orang Kristen dan non-Kristen serupa.

Tapi bagaimana jika kita semua tertipu? Bagaimana jika Dia bukan pengontrol yang membuat Dia menjadi penindas? Bagaimana jika Dia benar-benar seorang Bapa yang sebenarnya hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak-Nya, dan ingin untuk dekat dengan mereka? Bagaimana Dia bisa mengubah konsep kita yang keliru dan menempatkan dalam diri kita kerinduan untuk berada di rumah dengan 'Bapa'? Saksikan ketika Bapa Surgawi kita berusaha untuk memperbaiki keadaan bagi kita, berharap kita akan berubah pikiran tentang Dia. Dia tidak pernah berubah pikiran tentang kita.

Lautan Api dan Kematian Kedua

​Bagi para pembaca Alkitab yang cemas memikirkan Lautan Api dalam kitab Wahyu, penelaahan ini akan melegakan. Mengapa? Karena, berlawanan dengan kepercayaan umum, peristiwa penghakiman terakhir itu bukanlah tentang api jasmani yang menyala selama-lamanya.

Namun, pengalaman itu tetap akan sangat menyakitkan, secara mental dan emosional. Miliaran orang akan berhadapan dengan pilihan-pilihan mereka sendiri yang salah, terutama pilihan yang paling menentukan: tidak mau percaya kepada Allah. Ketika mereka sadar bahwa kekekalan telah hilang, penyesalan mereka tidak akan terukur. Rasa bersalah dan rasa malu, bagaikan bara api di atas kepala mereka yang datang dari dalam diri mereka sendiri, akan benar-benar cukup untuk meremukkan hidup mereka dalam Kematian Kedua.

Melarikan diri dari Pentagon Kebohongan

MELARIKAN DIRI DARI PENTAGON KEBOHONGAN

Maatan dan keluarganya tinggal di kota Constance, kota yang dikelilingi lima pilar besi yang menahan penduduknya di dalam tanpa mereka sadari.

Sejak menara kembar runtuh pada 11 September 2001, Maatan mulai mempertanyakan apa yang selama ini diajarkan kepadanya tentang Allah. Sebuah kunci yang ia lihat terpantul di air mancur membuka jalan keluar, satu pilar demi satu pilar.

Kisah ini mengajak Anda menemukan Bapa yang penuh kasih dan Putra-Nya, dan meninggalkan lima kebohongan yang mengikat dunia Kristen.

"Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." — Yohanes 8:32

 

Imam Kekal Abadi

IMAM KEKAL ABADI
menurut peraturan Melkisedek

Kapankah keimamatan Kristus dimulai? Banyak orang percaya bahwa Yesus baru menjadi Imam Besar kita sesudah salib, seakan-akan umat Allah selama empat ribu tahun pertama hidup tanpa Pengantara yang sempurna.

Buku ini menelusuri Kitab Suci dan tulisan-tulisan para perintis Advent untuk menunjukkan bahwa Kristus telah menjadi Imam untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek sejak manusia jatuh ke dalam dosa, dan bahwa Injil yang dibawa malaikat pertama sungguh-sungguh Injil yang kekal.

Kenalilah Juruselamat yang telah menggendong umat-Nya "selama zaman dahulu kala", yang kasih karunia-Nya sama limpahnya bagi Habel, Abraham, dan Musa seperti bagi kita hari ini.

"Keimamatan Kristus dimulai segera setelah manusia berdosa. Ia diangkat menjadi imam menurut peraturan Melkisedek." — Ellen G. White, Ms 43b, 1891

Rancangan Berkat

Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, dan oleh Dia segala sesuatu diciptakan. (Kolose 1:15-16)

Mengapa Allah Bapa menciptakan segala sesuatu melalui Kristus, Anak-Nya? Mengapa Allah memiliki seorang Anak? Mengapa kita harus melalui Anak untuk datang kepada Bapa? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah inti dari ilmu keselamatan.

Jika kita dapat memahami hubungan Allah dengan Anak-Nya yang tunggal, dan hubungan Mereka dengan seluruh alam semesta, kita memegang kunci untuk memahami ciptaan itu sendiri dan segala isinya. Sebab segala sesuatu diciptakan menurut pola Bapa dan Anak ini, dan dalam hubungan inilah terdapat pola kasih bagi semua hubungan.

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." — Yohanes 14:6 

Hikmat Allah

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup. Kenapa begitu? Karena di dalam Anak Allah tinggal hati yang murni dari Anak yang taat kepada Bapa-Nya. Dia selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan Bapa. Dia juga memiliki berkat dan kasih sayang mendalam dari Bapa. inti Anak terletak dengan sempurna dalam kasih Bapa-Nya.

Kasih Murni

Pernikahan sebagai sebuah lembaga yang sedang berada di bawah ancaman serius. Mengapa begitu banyak orang yang mengalami pengalaman buruk dengan pernikahan dan hubungan pada umumnya? Kasih Murni meninjau hubungan yang murni yang digambarkan di dalam Alkitab untuk mencari perkara apa yang dapat kita pelajari mengenai hubungan pribadi untuk ditingkatkan dan diperkaya. Bervolume 44 halaman dikemas dengan prinsip vital untuk pernikahan yang sehat.

Salib yang Diselidiki dan Dialami

Mengapa Yesus harus mati? Apakah Allah menuntut darah Anak-Nya sebelum Ia dapat mengampuni kita? Ataukah Salib menyingkapkan sesuatu yang jauh lebih dalam – tentang Allah, dan juga tentang diri kita sendiri?

Dalam buku ini, Adrian Ebens menyelidiki kembali kisah Salib: doa “Bapa, ampunilah mereka”, teriakan “Salibkan Dia!”, pergumulan di Getsemani, sistem korban, dan ular tembaga di padang gurun. Ia menunjukkan bahwa kematian itu tidak dituntut oleh keadilan Allah, dan bahwa Bapa menyerahkan Anak-Nya supaya kita dapat percaya bahwa kita sungguh diampuni.

“Keadilan Allah tidak menuntut kematian; sistem keadilan Setanlah yang menuntut kematian.” — Adrian Ebens, Bab 6

Agape

Alkitab tampaknya melukiskan Allah yang murka: Ia menenggelamkan dunia, menurunkan api dari langit, dan memerintahkan pembinasaan bangsa-bangsa. Namun Yesus berkata, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Benarkah Allah sungguh sebaik dan sepengasih yang dinyatakan di dalam kehidupan Yesus?

Buku ini adalah puncak pencarian selama enam belas tahun akan terang atas pertanyaan itu. Dengan membandingkan seluruh Kitab Suci dengan kehidupan Kristus, penulis menelusuri kisah-kisah kekerasan dalam Alkitab – air bah, tulah-tulah Mesir, Korah, Elia, dan persembahan Ishak – dan menemukan di dalamnya kesabaran, hikmat, dan kasih Bapa.

"Saya bersaksi kepada Anda bahwa Allah benar-benar adalah Kasih. Ia bukanlah seorang yang kejam." — Adrian Ebens, Prakata

Pola Ilahi

Pola ilahi menyentuh setiap aspek kehidupan kita dan memegang kunci sukacita, kedamaian, dan keharmonisan dalam pernikahan, komunitas, gereja, dan semua struktur sosial di dalam dunia kita.

Dalam hubungan antara Allah dan Putra-Nya, kita melihat kunci dari pola ilahi ini. Semakin kita melihat mereka, mengasihi mereka, dan membentuk pola hidup kita sesuai dengan mereka, semakin kita menerima saluran berkat mereka dalam hidup kita.

Sebelum dunia ini dimulai, Setan dan para malaikatnya bergerak untuk mengaburkan pola ilahi ini dan menggantinya dengan pola palsu yang akan memutus hubungan kasih Allah yang tak terbatas dan membawa kesengsaraan yang tak terhingga kepada dunia.

Singkapkanlah pemalsuan yang menipu ini dan lihatlah di dalam pola ilahi yang asli dan agung, kunci untuk mengembalikan gereja kita kepada penyembahan kepada Allah dan Anak-Nya.

Pola Penghakiman Allah

Apakah Allah kehilangan kesabaran lalu memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menyiksa dan membinasakan orang berdosa? Banyak orang Kristen percaya demikian.

Melalui kisah kehancuran Yerusalem dan kematian Kristus di kayu salib, buku ini menelusuri pola penghakiman Allah yang diperlihatkan kepada Ellen G. White: Allah memperingatkan, manusia terus menolak, dan akhirnya Ia dengan berat hati menarik perlindungan-Nya.

Dalam terang salib, murka Allah ternyata bukanlah pukulan seorang algojo, melainkan wajah-Nya yang tersembunyi dari mereka yang terus-menerus menolak kasih-Nya.

"Allah tidak bertindak sebagai pelaksana hukuman bagi orang berdosa yang melanggar, melainkan membiarkan penolak-penolak belas kasihan-Nya itu sendiri menuai apa yang mereka sudah tanam." — Ellen G. White, Kemenangan Akhir, 36