“
Dalam catatan surga, kamu akan dihakimi sebagaimana kamu menghakimi orang lain
9LtMs, Lt 70, 1894, par. 26
”
9LtMs, Lt 70, 1894, par. 26
SUMBER BERKAT
Memasuki PERHENTIAN Allah melalui Saluran Waktu-waktu yang Ditetapkan-Nya
Firman yang diucapkan Bapa kepada Anak-Nya pada waktu Ia dibaptis menggemakan berkat yang Ia curahkan ke atas-Nya pada Sabat pertama penciptaan. Setiap hari Bapa bersukacita atas Anak-Nya, dan Sang Anak bersukacita di hadapan-Nya. Pada hari Sabat Bapa menghembuskan napas ke atas Anak-Nya, dan Sang Anak disegarkan dalam kasih Bapa-Nya. Hubungan yang akrab antara Bapa dan Anak ini ditanamkan untuk selamanya di dalam hari Sabat, dan setiap Sabat Bapa menghembuskan penyegaran perhentian-Nya ke atas Anak-Nya dan ke atas semua orang yang menerima Sang Anak.
Kasih Bapa kepada Anak-Nya tidak pernah berhenti, namun kasih itu dinyatakan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan, yang mencerminkan Prinsip Sabat. Ketika kita datang pada waktu-waktu yang ditetapkan ini, kita masuk ke dalam kesukaan Bapa atas Anak-Nya. Ketika kita menjadi bagian dari perempuan yang berdiri di atas bulan dan berselubungkan matahari (Wahyu 12:1), kita mengenal waktu-waktu penyegaran yang dikirim dari takhta Bapa kita.
Bapa kita kini memanggil kita masuk ke dalam pengalaman Sabat yang lebih penuh. Kita dipanggil masuk ke dalam segala berkat rohani di dalam Kristus Yesus sebagai keturunan Abraham (Galatia 3:27-29). Yesus berkata kepada kita, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok,” dan Ia mengetok pada waktu-waktu yang telah ditetapkan. Maukah Anda membukakan pintu bagi-Nya dan makan bersama Dia?
"Hadirat Allah menjadikan segala sesuatu kudus. Hadirat itu menjadikan suatu tempat kudus. Hadirat itu menjadikan manusia kudus. Hadirat Allah menjadikan hari Sabat kudus."
— A. T. Jones